Kemuliaan Malam Nishfu Sya'ban
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِي سَبْرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Ali Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah memberitakan kepada kami Ibnu Abi Sabratah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu'awiyah bin Abdullah bin Ja'far, dari ayahnya, dariAli bin Abi Thalib, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Apabila tiba malam pertengahan bulan Sya'ban, maka bangunlah (untuk beribadah) pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Sesungguhnya Allah turun pada malam itu saat matahari terbenam ke langit dunia, lalu Dia berfirman: 'Apakah ada yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Apakah ada yang meminta rezeki, maka Aku akan memberinya rezeki? Apakah ada yang tertimpa musibah, maka Aku akan menyembuhkannya? Apakah ada (permintaan) ini? Apakah ada (permintaan) itu?' Hingga terbit fajar."
Sunan Ibnu Majah, Hadis No. 1379.
حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ أَبُو بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا حَجَّاجٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قَالَتْ قَدْ قُلْتُ وَمَا بِي ذَلِكَ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin ‘Abdillah Al-Khuza’i dan Muhammad bin ‘Abdil Malik Abu Bakr, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, telah memberitakan kepada kami Hajjaj, dari Yahya bin Abi Katsir, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata: "Aku kehilangan Nabi Saw pada suatu malam, lalu aku keluar mencarinya. Ternyata beliau berada di pemakaman Baqi’ dengan kepala terangkat ke langit. Kemudian beliau berkata: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau takut Allah dan Rasul-Nya akan berlaku tidak adil kepadamu?’ Aku menjawab: ‘Bukan itu masalahnya, tetapi aku mengira engkau pergi ke salah satu istrimu.’ Maka beliau bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam pertengahan bulan Sya'ban dan mengampuni lebih banyak orang daripada jumlah bulu domba Bani Kalb.’”
Sunan Ibnu Majah No.1380:
حَدَّثَنَا رَاشِدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ رَاشِدٍ الرَّمْلِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ ابْنِ لَهِيعَةَ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ أَيْمَنَ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَرْزَبٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَسْوَدِ النَّضْرُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami Rasyid bin Sa'id bin Rasyid Ar-Ramli, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, dari Ibnu Lahi’ah, dari Adh-Dhahhak bin Aiman, dari Adh-Dhahhak bin Abdurrahman bin ‘Arzab, dari Abu Musa Al-Asy’ari, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah melihat (memeriksa) makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik atau orang yang bermusuhan (dengan sesama)." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abu Al-Aswad An-Nadhr bin ‘Abdil Jabbar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Az-Zubair bin Sulaim, dari Adh-Dhahhak bin Abdurrahman, dari ayahnya, ia berkata: "Aku mendengar Abu Musa menyampaikan dari Nabi Saw dengan makna yang serupa."
Sunan Tirmidzi No. 670
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي بَكرٍ الصِّدِّيقِ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْحَجَّاجِ و سَمِعْت مُحَمَّدًا يُضَعِّفُ هَذَا الْحَدِيثَ و قَالَ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُرْوَةَ وَالْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ
Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, Hajjaj bin Arta'ah telah mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Abi Katsir, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata: "Aku kehilangan Rasulullah Saw pada suatu malam, lalu aku keluar (mencari beliau), ternyata beliau berada di Baqi'. Beliau bersabda: Apakah engkau takut bahwa Allah dan Rasul-Nya akan berlaku tidak adil terhadapmu? Aku berkata: Wahai Rasulullah, aku menyangka engkau pergi kepada salah satu istrimu. Maka beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia turun ke langit dunia pada malam nisfu Sya'ban dan mengampuni lebih banyak (hamba-Nya) daripada jumlah bulu domba milik (suku) Kalb. Dalam bab ini juga terdapat riwayat dari Abu Bakar As-Siddiq. Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Hadis Aisyah ini tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini, yaitu dari hadis Hajjaj. Aku mendengar Muhammad (Ibnu Isma'il Al-Bukhari) melemahkan hadis ini dan berkata: "Yahya bin Abi Katsir tidak pernah mendengar dari Urwah, dan Hajjaj bin Arta'ah tidak pernah mendengar dari Yahya bin Abi Katsir."
Musnad Ahmad No.6353
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا حُيَيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلَّا لِاثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ
Hasan telah menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah telah menceritakan kepada kami, Huyay bin Abdullah telah menceritakan kepada kami, dari Abu Abdurrahman Al-Hubuli, dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia melihat makhluk-Nya pada malam nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua orang: orang yang bermusuhan (dengan saudaranya) dan orang yang membunuh diri (bunuh diri atau membunuh orang lain tanpa hak)."
Musnad Ahmad No.24825:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ لِي أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قَالَتْ قُلْتُ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ
Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj bin Arta'ah telah mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abi Katsir, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata: "Pada suatu malam, aku kehilangan Rasulullah Saw, lalu aku keluar mencarinya. Ternyata, beliau berada di Baqi', sambil mengangkat kepalanya ke langit. Maka beliau berkata kepadaku: 'Apakah engkau takut bahwa Allah dan Rasul-Nya akan berlaku tidak adil terhadapmu?' Aku berkata: 'Aku menyangka engkau pergi kepada salah satu istrimu.'Maka beliau bersabda: 'Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia turun ke langit dunia pada malam nisfu Sya'ban dan mengampuni (dosa) lebih banyak dari jumlah bulu domba milik (suku) Kalb.'”
Shahih Ibnu Hibban No.11309
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُعَافَى الْعَابِدُ بِصَيْدَا، وَابْنُ قُتَيْبَةَ وَغَيْرُهُ، قَالُوا: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خُلَيْدٍ عُتْبَةُ بْنُ حَمَّادٍ، عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ، وَابْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ»
Muhammad bin Al-Mu'afa Al-'Abid di Shida, Ibnu Qutaibah, dan lainnya telah mengabarkan kepada kami. Mereka berkata: Hisyam bin Khalid Al-Azraq telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Khulaid ‘Utbah bin Hammad telah menceritakan kepada kami, dari Al-Auza'i, dan Ibnu Thawban, dari ayahnya, dari Makhul, dari Malik bin Yukhamir, dari Mu'adz bin Jabal, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Allah melihat makhluk-Nya pada malam nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang saling bermusuhan."
NISFU SYA'BAN: MALAM AMPUNAN
Malam Nisfu Sya'ban? Malam yang penuh ampunan dan rahmat dari Allah! Tapi ternyata ada dua golongan yang tidak mendapatkan ampunan pada malam tersebut, siapakah mereka?
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi, serta Ibnu hibban dalam shahihnya, Rasulullah Saw bersabda:
يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
"Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali dua golongan: musyrik dan orang yang bermusuhan."
Menariknya, dalam hadis ini ada keindahan bahasa yang luar biasa! Kata يَطْلُعُ اللَّهُ (Allah melihat) sebenarnya adalah majaz/isti'arah, Dalam bahasa Arab, kata "melihat" sering digunakan untuk menunjukkan perhatian atau kasih sayang. Maknanya adalah Allah memberikan perhatian khusus pada malam Nisfu Sya'ban, dengan rahmat dan ampunan-Nya.
Dan kata إِلَّا (kecuali) menunjukkan istitsna/hashr (pembatasan), bahwa hanya dua golongan yang tidak mendapatkan ampunanannya.
Nah, dari hadis ini kita bisa belajar dua hal penting:
1. Jauhi Kesyirikan
Kesyirikan adalah penghalang utama ampunan. Jadi, yuk perkuat tauhid kita, ikhlas dalam ibadah, dan hanya bergantung kepada Allah.
2. Jaga Hati, Jangan Bermusuhan!
Kalau masih ada dendam atau benci dengan sesama, segera maafkan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga ukhuwah dan hati yang bersih.
Malam Nisfu Sya'ban adalah malam yang penuh ampunannya, saatnya kita mendekat kepada-Nya. Jangan biarkan ia berlalu sia-sia. Perbanyak doa, istighfar, serta luruskan niat di dalam jiwa, agar kita selalu mendapatkan rahmatnya.
Semoga bermanfaat.