Dua Jenis Kesabaran, Apa saja?
Kesabaran adalah kunci sukses dalam dunia dan akhirat. Kita harus bersabar dalam menjalankan ketaatan, seperti shalat dan puasa, serta bersabar dalam menjauhi larangan, seperti meninggalkan maksiat. Surga memang tidak mudah diraih karena penuh dengan ujian, sedangkan neraka begitu menggoda karena penuh dengan kesenangan sesaat. Namun, bagi mereka yang bersabar, balasan dari Allah sungguh luar biasa. Kesabaran ada dua yaitu:
1. Sabar dalam Menghadapi Sesuatu (صَبْرٌ عَلَى)
Sabar dalam menghadapi sesuatu adalah keteguhan hati dalam menghadapi ujian, kesulitan, dan cobaan hidup. Ini termasuk bersabar dalam menjalankan perintah Allah, seperti shalat, puasa, dan jihad.
Sabar dalam Musibah:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥ ( البقرة/2: 155)
155. Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (Al-Baqarah/2:155)
Sabar dalam Ketaatan:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى ١٣٢ ( طٰهٰ/20: 132)
132. Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (Taha/20:132)
Ungkapan:
مَن صَبَرَ ظَفِرَ
"Barang siapa yang bersabar, ia akan menang."
عِنْدَ الشَّدَائِدِ تُعْرَفُ الرِّجَالُ
"Dalam kesulitanlah seseorang dikenal (sebagai pribadi yang kuat)."
2. Sabar dalam Menjauhi Sesuatu (صَبْرٌ عَنْ)
Sabar dalam menjauhi sesuatu adalah menahan diri dari godaan hawa nafsu dan maksiat. Ini mencakup kesabaran dalam menahan diri dari zina, riba, minuman keras, dan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah.
Sabar dalam Menjauhi Maksiat:
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ ٤٠ فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ ٤١ ( النّٰزعٰت/79: 40-41)
40. Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, 41. sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya). (An-Nazi'at/79:40-41)
Menahan Diri dari Hal yang Diharamkan:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢ ( الاسراۤء/17: 32)
32. Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. (Al-Isra'/17:32)
Ungkapan:
النَّفْسُ إِنْ لَمْ تَشْغَلْهَا بِالْحَقِّ شَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ
"Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan kebaikan, maka ia akan menyibukkanmu dengan keburukan."
Kesimpulan:
Sabar dalam menghadapi sesuatu (صَبْرٌ عَلَى) berarti bertahan menghadapi ujian dan menjalankan ketaatan meskipun sulit. Seperti seorang pelari yang harus melewati rintangan untuk mencapai garis akhir.
Sabar dalam menjauhi sesuatu (صَبْرٌ عَنْ) berarti menahan diri dari hal-hal yang dilarang, seperti seorang yang menolak makan makanan yang beracun meskipun tampak lezat.
Surga dikelilingi oleh kesulitan, dan neraka dikelilingi oleh hawa nafsu.
Shahih Ibnu Hibban No.716:
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ بِخَبَرٍ غَرِيبٍ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، وَحُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ.
Telah mengabarkan kepada kami Al-Hasan bin Sufyan dengan sebuah kabar yang asing (gharib), ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid Al-Qaisi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Tsabit dan Humaid, dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh hawa nafsu." (HR. Ibnu Hibban).
Pengasuh Mahad Bahasa Adab
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.