Ramadan 1446 Akhirnya Segera Berlalu: Sudahkah Kita Mendapatkan Ampunan
Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan puasa (Ramadan) dan bertakbirlah kepada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”
Melengkapi jumlah hari puasa bisa diumpamakan dengan perjalanan jarak jauh yang memiliki tujuan akhir. Jika perjalanan berhenti sebelum tujuan tercapai, maka perjalanan itu tidak akan menghasilkan hasil yang diinginkan. Puasa yang tidak disempurnakan jumlah harinya juga tidak akan mencapai tujuan utama yaitu takwa.
Seperti seseorang yang berhasil mencapai puncak gunung setelah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, dia mengucapkan seruan kemenangan untuk menunjukkan kebahagiaannya. Begitu pula, setelah menyelesaikan ibadah puasa, umat Islam dianjurkan untuk bertakbir (mengagungkan Allah) sebagai ungkapan syukur atas petunjuk dan keberhasilan dalam melaksanakan ibadah Ramadan.
Puasa: kemenangan untuk menahan godaan hawa dan nafsu
Shalat: kemenangan menguatkan jiwa dan raga
Zakat: kemenangan menyucikan diri
Musnad Ahmad 7139:
حَدَّثَنَا رِبْعِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَبِي وَهُوَ أَخُو إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ قَالَ أَبِي وَكَانَ يُفَضَّلُ عَلَى أَخِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَانْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ قَالَ رِبْعِيٌّ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَدْ قَالَ أَوْ أَحَدُهُمَا
Dari Rabi’i bin Ibrahim, ia berkata, “Ayahku (meriwayatkan hadis ini) dan ia adalah saudara Ismail bin Ibrahim, yakni Ibnu Ulayyah.” Ia berkata, “Ayahku (meriwayatkan hadis ini), dan ia diutamakan atas saudaranya.” Dari Abdurrahman bin Ishaq, dari Sa’id bin Abi Sa’id, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Celakalah seseorang yang ketika aku disebutkan di sisinya, ia tidak bershalawat kepadaku. Celakalah seseorang yang ketika Ramadan datang kepadanya, ia berlalu (tanpa ampunan) sebelum ia diampuni. Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya telah lanjut usia, tetapi ia tidak (berbakti) hingga mereka memasukkannya ke dalam surga."
Rabi’i berkata, “Dan aku tidak mengetahuinya, kecuali ia berkata, atau salah satu dari keduanya.”
Hadis ini mengingatkan tentang tiga golongan orang yang celaka (rugi besar), yaitu:
1. Orang yang tidak bershalawat ketika nama Rasulullah disebutkan.
2. Orang yang tidak mendapatkan ampunan selama bulan Ramadan sampai Ramadan berlalu.
3. Orang yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya yang lanjut usia sehingga tidak mendapatkan kesempatan untuk masuk surga melalui bakti tersebut.
Hadis ini menunjukkan pentingnya tiga amal utama: bershalawat kepada Nabi, memanfaatkan bulan Ramadan untuk mencari ampunan, dan berbakti kepada orang tua, terutama ketika mereka sudah lanjut usia.
Semoga bermanfaat.
Pengasuh Mahad Bahasa Adab
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.