Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ramadan 3 - Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa


Sunan Tirmidzi #735

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahim, dari Abdul Malik bin Abi Sulaiman, dari Atha', dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun."Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Hadis ini hasan sahih.

-----------

Ada satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dimana Rasulullah Saw bersabda:  

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا 

"Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi)  

Dari hadis ini, kita bisa mengambil tiga hikmah penting yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.  

Hikmah Pertama: Pahala Berlipat Ganda
Bayangkan, kita hanya kasih satu gelas air atau sebutir kurma, tapi pahalanya sama seperti kita ikut berpuasa. Ini ibarat kita cuma setor modal 1.000 rupiah, tapi untungnya bisa jutaan. Kita kasih satu gelas teh manis, Allah kasih pahala full satu hari puasa! Ini seperti kita bayar parkir Rp2.000 tapi pulangnya dapat mobil baru.
MasyaAllah, bisnis mana yang lebih menguntungkan dari ini?  

Makanya, Ramadan ini adalah waktunya berburu pahala, bukan berburu takjil gratis kemana-mana! Jangan sampai, waktu azan maghrib, kita malah sibuk menghitung makanan kita di piring daripada ngasih makan orang lain.

Ramadan seharusnya bukan jadi bulan untuk berhemat, tapi harus jadi bulan sedakah agar lebih bermanfaat. Jadi kalau ada teman yang sering numpang buka di rumah kita, jangan diusir, atau ketua DKM atau ketua taklim kita ngashare list takjil jangan dicuekin aja, segera ikut ngelist, bisa jadi dia adalah ATM pahala kita!  

Hikmah Kedua: Melatih Sifat Dermawan
Ramadan adalah bulan berbagi. Memberi makan orang yang berpuasa melatih kita untuk tidak pelit. Jangan sampai kita kalah sama anak kost dalam hal berbagi. Kalau ramadan anak kos itu paling antusias. Dia siap berbagi senyum, berbagi piring, bahkan berbagi alamat masjid mana yang buka puasanya paling lengkap!"

Dan ada juga tipe orang yang berbagi hanya kalau keadaan darurat, misalnya pas makanan kepedesan. ‘Bro, nih ambil gorengan gue, pedes banget sumpah!

Ingat, semakin banyak kita berbagi, semakin banyak rezeki yang Allah tambahkan. Kadang, kita takut kalau memberi makan orang lain, nanti makanan kita kurang. Padahal, yang namanya rezeki, kalau dibagi justru bertambah. Seperti air dalam sumur, makin banyak diambil, makin bersih dan segar!

Hikmah Ketiga: Mempererat Ukhuwah (Persaudaraan)
Coba perhatikan, saat buka puasa bersama, semua orang jadi akrab, bahkan yang sebelumnya gak kenal pun bisa ngobrol panjang lebar. Nah, ini bukti bahwa berbagi makanan itu mempererat persaudaraan.  

Dan betul, bukber itu momen keakraban! anak kos yang baru kenal lima menit pun bisa langsung akrab, apalagi kalau habis makan ada sesi bungkus lauk sisa. Nah kalau masalah bungkus membungkus ibu-ibu ahlinya.

Tapi lucunya kalau bukber setelah makanan habis dan bonnya datang, tiba-tiba banyak yang ‘mendadak sibuk’, ada yang pura-pura main hp, pura-pura telepon atau bahkan ada yang ‘pura-pura ke toilet’!" Nah itulah serunya bukber. Apapun itu suasana persaudaran tetap terasa.

Jadi, dari hadis ini kita belajar bahwa memberi makan orang yang berpuasa itu bukan hanya dapat pahala besar, tapi juga melatih kita menjadi orang yang dermawan dan mempererat persaudaraan. Ramadan ini adalah kesempatan emas untuk menabung pahala. Jangan disia-siakan!  

Semoga kita semua dimudahkan untuk berbagi dan Allah melipatgandakan pahala kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.  

Semoga bermanfaat,
Pengasuh Mahad Bahasa Adab
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.