Tafsir Surat Al-Masad (Al-Lahab)
Nama surah ini memiliki dua nama yang benar dan sahih, yaitu:
1. Surah Al-Lahab (سورة اللهب) → Dinamakan berdasarkan Abu Lahab yang disebut dalam ayat pertama.
2. Surah Al-Masad (سورة المسد) → Dinamakan berdasarkan kata "masad" yang terdapat dalam ayat terakhir.
Surat Al-Lahab (الـلَّـهَـب) adalah surat ke-111 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 5 ayat. Surat ini turun di Makkah dan berisi ancaman terhadap Abu Lahab, paman Nabi Muhammad Saw, yang menentang dakwah Islam dengan keras. Berikut adalah tafsir setiap ayatnya:
Nabi Muhammad Saw dan Abu Lahab memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Nama asli Abu Lahab adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Muththalib, dan ia adalah paman Nabi Muhammad Saw, karena keduanya sama-sama putra dari Abdul Muththalib.
Ketika Nabi Muhammad Saw pertama kali diperintahkan untuk berdakwah secara terbuka, beliau mengumpulkan kaum Quraisy di Bukit Shafa dan menyeru mereka kepada Islam. Namun, Abu Lahab justru mencaci dan berkata, “Celakalah engkau, apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?” (HR. Bukhari). Setelah itu, Allah menurunkan Surah Al-Lahab sebagai kecaman terhadapnya.
1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.
تَبَّ ، يَتِبّ، اتْبِبْ/ تِبَّ، مصدر تَبٌّ، فهو تابّ
تَبَّ ـَـ تَبًا وَتَبَابًا : هلَك : celaka , binasa , rugi
تَبَّتْ يَدَا:فِعْلٌ مَاضٍ مَعْنَاهُ الِاسْتِقْبَالُ لِأَنَّهُ دُعَاءٌ عَلَيْهِ، مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، وَالتَّاءُ تَاءُ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةُ لَا مَحَلَّ لَهَا.
يَدَا:فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ بِالْأَلِفِ لِأَنَّهُ مُثَنًّى، وَأَصْلُهُ: يَدَانِ، وَحُذِفَتِ النُّونُ لِلْإِضَافَةِ، أَيْ: خَسِرَتْ يَدَاهُ وَهَلَكَتْ، أَوْ يَكُونُ الْمَعْنَى: تَبَّ هُوَ، أَيْ: هَلَكَتْ نَفْسُهُ، لِأَنَّ الْعَرَبَ تَنْسِبُ الْأَفْعَالَ إِلَى الْيَدَيْنِ.
"Tabbat Yadaa" adalah fi'il madhi (kata kerja lampau) yang bermakna masa depan karena digunakan sebagai doa keburukan terhadapnya. Kata ini dibangun di atas fathah, dan huruf "ت" di sini adalah ta' ta'nis sakinah (tanda feminin) yang tidak memiliki posisi dalam i'rab.
"Yadaa" adalah fa'il (subjek) yang marfu' dengan alif karena merupakan kata benda mutsanna (dua tangan). Asalnya adalah "yadaan," tetapi huruf nun dihilangkan karena dalam keadaan mudhaf (bersandar pada kata lain). Maknanya adalah "kedua tangannya rugi dan binasa." Atau bisa juga bermakna "dia sendiri binasa," karena dalam bahasa Arab, sering kali perbuatan dinisbatkan kepada tangan.
Allah mengutuk Abu Lahab dan memastikan kehancurannya. Ungkapan "binasalah kedua tangan" bermakna bahwa segala usaha tidak akan berguna, dan dia akan mengalami kehancuran total di dunia dan akhirat.
Berikut tiga bentuk kekejaman Abu Lahab terhadap Nabi Saw:
- Menghina dan Menghalangi Dakwah Nabi.
- Memprovokasi dan Menyebarkan Fitnah. Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil sering menghasut orang-orang Quraisy agar tidak mendengarkan ajaran Islam, bahkan menyebut Nabi sebagai pembohong dan penyihir.
- Mencelakai Nabi. Abu Lahab sering mengganggu Nabi Saw dengan berbagai cara. Istrinya bahkan menaburkan duri di jalan yang sering dilalui Nabi. Selain itu, Abu Lahab juga pernah melempar kotoran ke rumah Nabi sebagai bentuk penghinaan.
Jika ada ada orang yang ngomong:
"Belajar agama mulu, emang mau jadi malaikat?"
(Padahal dia sendiri belajar gosip tiap hari, tapi gak pernah ditanya mau jadi wartawan atau enggak.)
"Kalau beneran paham agama, coba sulap aku jadi orang baik!" (Kalau bisa sulap, udah dari dulu nyulap kamu biar diem aja.)
2. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
أغْنَى - يُغْنِيْ : memperkaya , membuat kaya , mengayakan , mencukupi , memenuhi , membagikan
كَسَبَ - يَكْسب : memperoleh , memenangkan , beruntung , mendapat , menerima , menghasilkan , membuahkan
Abu Lahab adalah orang kaya yang mengandalkan harta dan kedudukannya untuk menentang Islam. Namun, ayat ini menegaskan bahwa kekayaannya tidak akan menyelamatkannya dari azab Allah.
Tidak ada catatan pasti tentang jumlah kekayaan Abu Lahab dalam ukuran mata uang modern. Namun, kita bisa memperkirakan nilainya berdasarkan standar kekayaan pada masa itu.
Abu Lahab dikenal sebagai saudagar kaya dengan:
- Banyak unta dan kuda (aset transportasi utama kala itu).
- Properti dan tanah di Makkah (daerah perdagangan strategis).
- Hasil bisnis perdagangan (berdagang di Syam dan Yaman).
Jika Abu Lahab memiliki ratusan unta dan aset lainnya, diperkirakan hartanya mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah dalam nilai sekarang.
"Duit bisa dicari, amal tidak bisa dibeli" → Harta bisa dikumpulkan, tapi bekal akhirat hanya bisa didapat dengan amal, bukan dengan uang.
"Emas bisa membeli kasur empuk, tapi tidak bisa membeli tidur nyenyak", Harta bisa memberi kenyamanan dunia, tapi tidak bisa membeli ketenangan dan kebahagiaan sejati.
3. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ
Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),
Allah menegaskan bahwa Abu Lahab akan masuk ke dalam neraka yang penuh kobaran api sebagai balasan atas permusuhannya terhadap Islam dan Rasulullah Saw.
4. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ
(begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
Tafsir:
Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, juga terlibat dalam permusuhan terhadap Nabi Muhammad Saw. Makna "pembawa kayu bakar" bisa diartikan secara harfiah (suka membawa kayu berduri untuk menyakiti Nabi Saw) atau secara kiasan (penyebar fitnah dan kebencian yang akan menjadi bahan bakar siksaannya di neraka).
حَمَّالَةَ الْحَطَبِ:حَالٌ مَنْصُوبَةٌ بِالْفَتْحَةِ، أَوْ مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ عَلَى الذَّمِّ بِفِعْلٍ مُضْمَرٍ تَقْدِيرُهُ: أَذُمُّ أَوْ أَشْتِمُ أَوْ أَعْنِي.
"Hammālata al-ḥaṭab" (pembawa kayu bakar) adalah hal (keadaan) yang manshub (berharakat fathah), atau berfungsi sebagai maf'ul bihi (obyek) yang manshub dalam konteks celaan, dengan fi'il mudhmar (kata kerja tersembunyi) yang diperkirakan seperti "Aku mencela" (أَذُمُّ), "Aku mencaci" (أَشْتِمُ), atau "Aku maksudkan" (أَعْنِي).
5. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Ayat ini menggambarkan hukuman bagi istri Abu Lahab, yang akan disiksa dengan tali dari sabut yang kasar dan menyakitkan. Ini menunjukkan kehinaan dan penderitaan yang akan ia alami di akhirat.
مَّسَدٍ (masad) → Serat yang dipilin atau tali dari serat yang kasar. Beberapa tafsir menyebutkan bahwa "masad" bisa merujuk pada tali dari sabut, serat kurma, atau besi panas yang akan menjadi azab bagi Ummu Jamil di neraka.
Surat Al-Lahab adalah peringatan keras bagi mereka yang menentang Islam dengan keras kepala dan kesombongan. Abu Lahab dan istrinya menjadi contoh orang yang mendapatkan azab akibat kebencian mereka terhadap dakwah Nabi ﷺ.